Kamis, 21 Januari 2016

TRADING FOREX MENGGUNAKAN SUPPLY AND DEMAND

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pendahuluan

Awalan : Posting Pairs disamping kanan berurutan berdasarkan urutan terbaru analisa. Urutannya dari yang paling atas ke paling bawah.

Dalam blog ini, Penulis tidak menjelaskan tentang teori dasar supply and Demand karena pembahasan itu sudah banyak kita temui dalam artikel-artikel lain. Penulis lebih berfokus pada pemanfaatannya dalam praktik trading forex.
Dalam trading forex menggunakan sistem ini, kita akan menggunakan alat bantu untuk mengenali area-area yang kita anggap sebagai supply dan demand. Berdasarkan area-area itulah kita merencanakan dan melakukan aksi bereaksi terhadap pasar. Oleh karena itu, aksi yang kita lakukan tidak melibatkan instant atau market execution melainkan stop atau limit order.
Dalam analisa ke depan, Penulis akan menggunakan menggunakan platform MT4 dalam menganalisa pasar dan Kerangka Waktu (Time Frame) yang penulis gunakan adalah Daily atau (D1).
Untuk pembahasan awal, marilah kita lihat chart di bawah ini :


Gambar 1
Persegi panjang atas berwarna abu-abu kita namakan area supply. Sementara persegi panjang bawah berwarna ungu adalah area demand. Sementara area hitam antara persegi abu abu dan ungu adalah area pergerakan harga. Jarak antar kedua area yang menjadi perhatian kita karena jarak itu merupakan perhitungan yang kita jadikan untuk melihat tingkat profitabilitas yang mungkin dihasilkan.
Dalam pelaksanaannya, Penulis tidak semata bergantung pada besarnya persegi yang muncul. Melainkan persegi itu sebagai pertanda untuk awal Penulis menghitung untuk masuk pasar.
Persegi panjang yang muncul besarnya tidak akan sama tiap kemunculannya. Oleh karena itu, kitalah yang harus membuat aturan sendiri dalam merancangnya. Berdasarkan gambar di atas, area supply termasuk lebar sementara area demand di bawahnya lebih sempit. Oleh karena itu, Penulis perlu membuat perhitungan tertentu supaya pengambilan posisi berdasarkan range tertentu bukan berdasarkan lebarnya area. Mari kita lihat gambar di bawah :

Gambar 2
Dasar pemikiran kita adalah titik pengukuran supply berdasarkan titik high yang tercipta. Penarikan area dari high ke bawah. Sebaliknya, patokan area demand dimulai dari low yang tercipta ke atasnya.
Berikutnya, Penulis menarik garis Fibonacchi Retracement untuk membuat area sendiri yang tetap berdasarkan besaran yang Penulis tentukan sendiri. Jadi penggunaan Fibonacchi retracement ini bukan mengikuti cara fibo tapi untuk menentukan batas atas, tengah dan bawah area yang Penulis buat sendiri.
Penulis menetapkan (ini bisa berubah berdasarkan waktu dan kondisi terkini) bahwa rentang AUD/USD dan NZD/USD adalah berjarak 60 pips untuk 4 digit. EURGBP berjarak 50 pips. Pairs lainnya, Penulis mengambil jarak 100 pips. Silahkan Anda rancang sendiri yang sesuai dengan cara Anda.
Dari gambar 2 terlihat bahwa sekarang kita punya angka yang pasti untuk melakukan aksi bila harga sampai di area supply atau demand.
Langkah berikutnya kita melakukan reaksi terhadap pasar dari pergerakan harga yang terjadi. Perhatikan Gambar 3 di bawah ini :

Gambar 3
Kita melakukan aksi di awal dengan menunggu harga sampai ke salah satu area dan melakukan
1. Limit order di garis tengah area dengan SL di ujung akhir area dan TP di garis tengah area berikutnya yang berlawanan warna dengan area yang aktif. Pola ini adalah pola trading dengan supply and demand. Kita mengharapkan harga berbalik di area supply atau demand.
2. Buy atau Sell Stop di ujung luar area SnD dengan SL di ujung dalamnya. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi atau mengcover ketika sebuah area dilewati oleh harga kita masih bisa ikut pasar dan bersama trend. Bila hal ini terjadi TP nya berada di area warna yang sama berikutnya. Hal ini disebabkan berubahnya fungsi sebuah area. Mislanya dari supply menjadi demand.
Setiap kali harga melewati atau menembus sebuah area SnD maka area tersebut akan terhapus. Oleh karena itu, garis fibonacchi sangat krusial saat penghapusan terjadi. sebab garis fibo tetap bertahan di area itu saat masih diperlukan.
Demikianlah pola pikir trading kita menggunakan Supply and Demand. Semoga hal ini bermanfaat ke depannya.
Mulai posting ke depan penulis akan membahas secar langsung tiap posisi atau pairs yang menjadi perhatian penulis. a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar