Assalamualaikum Wr. Wb.
Pendahuluan
Awalan : Posting Pairs disamping kanan berurutan berdasarkan urutan terbaru analisa. Urutannya dari yang paling atas ke paling bawah.
Dalam blog ini, Penulis tidak menjelaskan tentang teori dasar supply and Demand karena pembahasan itu sudah banyak kita temui dalam artikel-artikel lain. Penulis lebih berfokus pada pemanfaatannya dalam praktik trading forex.
Dalam blog ini, Penulis tidak menjelaskan tentang teori dasar supply and Demand karena pembahasan itu sudah banyak kita temui dalam artikel-artikel lain. Penulis lebih berfokus pada pemanfaatannya dalam praktik trading forex.
Dalam
trading forex menggunakan sistem ini, kita akan menggunakan alat bantu
untuk mengenali area-area yang kita anggap sebagai supply dan demand.
Berdasarkan area-area itulah kita merencanakan dan melakukan aksi
bereaksi terhadap pasar. Oleh karena itu, aksi yang kita lakukan tidak
melibatkan instant atau market execution melainkan stop atau limit
order.
Dalam
analisa ke depan, Penulis akan menggunakan menggunakan platform MT4
dalam menganalisa pasar dan Kerangka Waktu (Time Frame) yang penulis
gunakan adalah Daily atau (D1).
Untuk pembahasan awal, marilah kita lihat chart di bawah ini :
Gambar 1
Persegi
panjang atas berwarna abu-abu kita namakan area supply. Sementara
persegi panjang bawah berwarna ungu adalah area demand. Sementara area
hitam antara persegi abu abu dan ungu adalah area pergerakan harga.
Jarak antar kedua area yang menjadi perhatian kita karena jarak itu
merupakan perhitungan yang kita jadikan untuk melihat tingkat
profitabilitas yang mungkin dihasilkan.
Dalam
pelaksanaannya, Penulis tidak semata bergantung pada besarnya persegi
yang muncul. Melainkan persegi itu sebagai pertanda untuk awal Penulis
menghitung untuk masuk pasar.
Persegi
panjang yang muncul besarnya tidak akan sama tiap kemunculannya. Oleh
karena itu, kitalah yang harus membuat aturan sendiri dalam
merancangnya. Berdasarkan gambar di atas, area supply termasuk lebar
sementara area demand di bawahnya lebih sempit. Oleh karena itu, Penulis
perlu membuat perhitungan tertentu supaya pengambilan posisi
berdasarkan range tertentu bukan berdasarkan lebarnya area. Mari kita
lihat gambar di bawah :
Gambar 2
Dasar
pemikiran kita adalah titik pengukuran supply berdasarkan titik high
yang tercipta. Penarikan area dari high ke bawah. Sebaliknya, patokan
area demand dimulai dari low yang tercipta ke atasnya.
Berikutnya,
Penulis menarik garis Fibonacchi Retracement untuk membuat area sendiri
yang tetap berdasarkan besaran yang Penulis tentukan sendiri. Jadi
penggunaan Fibonacchi retracement ini bukan mengikuti cara fibo tapi
untuk menentukan batas atas, tengah dan bawah area yang Penulis buat
sendiri.
Penulis
menetapkan (ini bisa berubah berdasarkan waktu dan kondisi terkini)
bahwa rentang AUD/USD dan NZD/USD adalah berjarak 60 pips untuk 4 digit.
EURGBP berjarak 50 pips. Pairs lainnya, Penulis mengambil jarak 100
pips. Silahkan Anda rancang sendiri yang sesuai dengan cara Anda.
Dari
gambar 2 terlihat bahwa sekarang kita punya angka yang pasti untuk
melakukan aksi bila harga sampai di area supply atau demand.
Langkah berikutnya kita melakukan reaksi terhadap pasar dari pergerakan harga yang terjadi. Perhatikan Gambar 3 di bawah ini :
Gambar 3
Kita melakukan aksi di awal dengan menunggu harga sampai ke salah satu area dan melakukan
1.
Limit order di garis tengah area dengan SL di ujung akhir area dan TP
di garis tengah area berikutnya yang berlawanan warna dengan area yang
aktif. Pola ini adalah pola trading dengan supply and demand. Kita
mengharapkan harga berbalik di area supply atau demand.
2.
Buy atau Sell Stop di ujung luar area SnD dengan SL di ujung dalamnya.
Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi atau mengcover ketika sebuah area
dilewati oleh harga kita masih bisa ikut pasar dan bersama trend. Bila
hal ini terjadi TP nya berada di area warna yang sama berikutnya. Hal
ini disebabkan berubahnya fungsi sebuah area. Mislanya dari supply
menjadi demand.
Setiap
kali harga melewati atau menembus sebuah area SnD maka area tersebut
akan terhapus. Oleh karena itu, garis fibonacchi sangat krusial saat
penghapusan terjadi. sebab garis fibo tetap bertahan di area itu saat
masih diperlukan.
Demikianlah pola pikir trading kita menggunakan Supply and Demand. Semoga hal ini bermanfaat ke depannya.
Mulai posting ke depan penulis akan membahas secar langsung tiap posisi atau pairs yang menjadi perhatian penulis. a



Tidak ada komentar:
Posting Komentar